Activities

Pelatihan Hygiene & Sanitation bagi Para Pelaku Ekowisata di Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat Sumatera Utara

Pelatihan Hygiene & Sanitation bagi Para Pelaku Ekowisata di Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat Sumatera Utara

Writer: Claudina Sibarani, Programme Associate
Editor: Firra Kholisha Mustika, Communication

 

DESMA Center melaksanakan “Pelatihan Hygiene & Sanitation” pada kamis, 14 April 2022 di Kawasan Ekowisata Batu Katak, Desa Batu Jongjong, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat. Pelatihan ini ditujukan kepada kelompok masyarakat yang merupakan pelaku usaha wisata dan Lembaga Pariwisata Batu Katak (LBPK). Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendukung program Pelatihan Pelayanan Prima (Service of Excellence Training) khususnya penguatan pelaksanaan kebersihan sanitasi dalam pelayanan yang diberikan kepada wisatawan Ekowisata Batu Katak.

 

Pelatihan Hygiene & Sanitation dilakukan dalam 2 sesi yang meliputi pengenalan materi hygiene & sanitation dan pelatihan lanjutan. Dalam sesi pertama (1), kegiatan pelatihan diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan pengenalan materi hygiene & sanitation.  Pada sesi ini, peserta dikenalkan dengan portofolio produk wisata yang ada di Indonesia, pengertian dan ruang lingkup hygiene & sanitation, faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene & sanitation dan manfaat serta pentingnya menjaga kebersihan sanitasi guna mendukung dan memberikan dampak positif bagi diri dan lingkungan. Peserta mendapat kesempatan untuk berdiskusi melalui sesi tanya jawab, guna memacu pemahaman materi, serta penerapan hygiene & sanitation pada masing-masing bidang usaha wisata yang ditekuni.

 

 

Untuk mempermudah pemahaman dan pelaksanaan yang lebih spesifik, hygiene & sanitation dapat dibentuk menjadi lebih sederhana. Misalnya, sanitasi pada lingkungan seperti penyediaan dan pemanfaatan sarana air bersih. Sanitasi pada makanan sepertiteknik pengolahan serta penyimpanan yang baik, dan cara menghindari dari sumber-sumber kontaminasi yang dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan. Kondisi fisik rumah juga menjadi salah satu bentuk pelaksanaan kebersihan sanitasi, dengan mempertimbangkan standar yang sesuai seperti pengaturan ventilasi, kelembaban, pencahayaan dan kepadatan penghuni. Pelatihan ini juga memanfaatkan bentuk visualisasi dengan memberikan contoh berupa gambar yang menjelaskan berbagai jenis hygiene & sanitation mulai dari lingkungan, makanan dan rumah.

 

Pada sesi kedua (2), peserta dipandu untuk melakukan kilas balik terhadap materi yang telah dijelaskan. Dilanjutkan dengan materi hygiene & sanitation pada makanan yaitu pengamanan bahan makanan, pengangkutan makanan dan penyajian makanan dengan memberikan contoh gambar sehingga peserta pelatihan dapat lebih mengerti materi.

 

Terakhir, setelah pemaparan hygiene & sanitation, peserta juga diberikan pemaparan terkait materi CHSE. Mengingat kondisi pandemi yang menimbulkan pertimbangan wisatawan terhadap tingkat  kebersihan di destinasi wisata. Sesi ini juga melakukan tanya jawab dan diskusi. Peserta memberikan feedback positif terhadap sesi diskusi dan tanya jawab ini, dimana para peserta aktif bertanya terkait materi dan membagikan pengalaman terkait hygiene & sanitation yang pernah dilihat dilingkungan pariwisata sehingga dapat menjadi masukan bagi peserta yang lainnya.

 

 

Melalui pelatihan hygiene & sanitation ini para peserta yang merupakan pelaku usaha wisata Ekowisata Batu Katak, diharapkan mampu mengetahui pentingnya penerapan kebersihan pada lingkungan Destinasi Ekowisata Batu Katak dengan baik.

 

Pelatihan hygiene & sanitation, menjadi bagian dari Proyek Digitalisasi Ekowisata dan Penguatan Kapasitas Pelaku Ekowisata di Taman Nasional Gunung Leuser Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang diimplementasi oleh DESMA Center.

 

____________

Digitalisasi Ekowisata dan Penguatan Kapasitas Pelaku Ekowisata di Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang diimplementasi oleh DESMA Center ini adalah proyek pembangunan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, bekerja sama dengan ASEAN Centre for Biodiversity (ACB), dibiayai bersama oleh Republik Federal Jerman melalui KfW.

 

Program Digitalisasi Ekowisata dan Penguatan Kapasitas Pelaku Ekowisata terdiri dari serangkaian kegiatan pelatihan yang meliputi: (1) Pelatihan Tour Guiding (2) Pelatihan Penyusunan Itinerary dan Tour Quotation (3) Pelatihan Service Excellence (4) Pelatihan Management Homestay (5) Pelatihan Culinary (6) Pelatihan hygine & sanitasi (7) Pelatihan Management Keuangan (8) Pelatihan Social Media Management (9) Pelatihan Story Telling, Menulis Caption, menulis Artikel Promosi Ekowisata.

 

Proyek ini juga memberikan fasilitasi (1) implementasi sertifikasi CHSE kategori destinasi wisata, (2) business matching, (3) Fam trip (4) Stakeholders Networking, serta (5) Pengembangan digital platform yang akan mensinergikan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser di wilayah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.    

 

Program Digitalisasi Ekowisata dan Penguatan Kapasitas Pelaku Ekowisata ini ditujukan untuk memberikan solusi atas tantangan akses pasar, menghubungkan daya tarik dan meningkatkan produk wisata yang berkualitas di kawasan TNGL wilayah III. Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah yang termuat dalam Rencana Jangka Menengah Nasional tahun 2020 – 2024, Rencana Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020 – 2024 dan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional 2010 – 2025.

Share this Post:

Get in Touch with Us

DESMA Center works to realize sustainable tourism through consultancy and the implementation of interventions at every level of tourism destinations, guided by a sustainability approach. We provide planning, management, development, and marketing services for tourism destinations using a strategic approach to sustainable tourism. Since its establishment in 2010, DESMA Center has continuously encouraged and engaged government, the private sector, communities, associations, and other stakeholders in facilitating tourism destination development that takes into account sustainable economic, social, cultural and environmental aspects. With sustainable tourism development as our core principle, we remain consistent and professional in delivering the best service. The key to our success is every team member's commitment to delivering quality. DESMA stands for DEStination MAnagement, because we believe that a sustainable, inclusive, integrated and quality tourism ecosystem begins with strategic, effective and applicable planning, development and management of tourism destinations in line with the principles of sustainability.

Office:
Jakarta Office
Jl. Ahmad Yani Patra 2 No.53
Jakarta Pusat 10510

Medan Office
JL. Sei Selapian No.7C Lantai 2
Medan, Sumatera Utara

Sumba Project Office
Jl. Paris, Kelurahan Langga Lero
Kec. Kota Tambolaka
Kab. Sumba Barat Daya - 87255
Nusa Tenggara Timur
Phone: +62 21 21474372
Email:info@desmacenter.com

Our Social Media:

Leave Message